Update Berita Terbaru 2020

Rabu, 24 Juli 2019

6 Perbedaan Mastitis Payudara dan Kanker Payudara


Mastitis payudara merupakan istilah yang merujuk pada infeksi atau peradangan yang terjadi pada payudara. Infeksi ini biasanya rentan dialami oleh para wanita yang sedang dalam masa menyusui buah hatinya dan terjadi pada minggu-minggu pertama kelahiran bayi.

Infeksi ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang dan berkembang di dalam jaringan payudara. Anda yang mengalami mastitis akan merasakan nyeri. Ketika diraba, payudara akan terasa hangat. Jika ditekan, Anda akan merasakan ada benjolan di dalamnya.

Gejala mastitis memang hampir sama dengan gejala kanker payudara. Jika Anda tidak mengenal keduanya dengan baik, bisa-bisa Anda panik karena mengira Anda menderita kanker. Coba pahami dulu enam perbedaan mastitis payudara dengan kanker payudara berikut ini.

1. Siapa yang mengalami?
Perbedaan yang pertama terletak pada siapa yang mengalami penyakit ini. Mastitis biasanya dialami oleh wanita yang sedang dalam masa menyusui bayi dan terjadi pada minggu-minggu pertama setelah kelahiran bayi. Wanita yang tidak sedang menyusui juga bisa mengalami hal yang sama namun resikonya lebih rendah.

Sedangkan kanker payudara bisa dialami oleh siapapun. Tidak hanya dialami oleh perempuan, kanker payudara juga bisa dialami oleh laki-laki. 

2. Rasa nyeri
Baik mastitis maupun kanker, keduanya sama-sama terasa nyeri di bagian payudara. Bedanya, kanker payudara pada tahap awal seringkali tidak terasa nyeri. Ketika penderita merasakan nyeri pada payudaranya akibat kanker, biasanya kanker sudah mencapai stadium yang lebih tinggi dan berbahaya.

Sedangkan pada mastitis payudara, rasa nyeri sudah timbul sejak awal. Bahkan sejak tahap gejala. Oleh karena itu, sebelum melakukan diagnosa sendiri pada nyeri yang muncul di payudara, Anda sebaiknya memeriksakan diri untuk memastikan apakah nyeri tersebut karena mastitis atau karena adanya kanker. 

3. Cairan yang dikeluarkan
Mastitis dan kanker payudara juga sama-sama mengeluarkan cairan. Tapi sebenarnya, cairan yang dikeluarkan oleh keduanya itu berbeda. Cairan yang dikeluarkan akibat mastitis memiliki warna putih kekuningan yang hampir mirip bentuknya seperti nanah.

Sedangkan cairan yang dikeluarkan akibat kanker payudara, warnanya bisa macam-macam. Ada yang warna merah, ada juga yang kuning kecoklatan seperti noda darah, ada juga yang warnanya kehijauan.

4. Demam
Perbedaan antara mastitis payudara dan kanker payudara yang selanjutnya adalah gejala demam. Salah satu gejala atau tanda-tanda Anda mengalami mastitis adalah demam. Gejala ini tidak muncul jika Anda mengalami kanker payudara. 

5. Area kemerahan
Baik infeksi payudara atau mastitis maupun kanker payudara, keduanya sama-sama akan menimbulkan warna kemerahan pada payudara Anda. Jika diperhatikan lebih teliti, ada perbedaan di antara keduanya.

Area kemerahan pada kanker payudara biasanya lebih luas, bahkan bisa mencapai 1/3 bagian payudara. Sedangkan mastitis, area kemerahannya lebih sempit.

6. Penyebab benjolan
Kesamaan lainnya dari mastitis dan kanker payudara adalah keduanya sama-sama menimbulkan benjolan pada payudara. Yang membedakan adalah faktor penyebab terjadinya benjolan itu.

Benjolan pada infeksi payudara disebabkan oleh bakteri yang berkembang biak di dalam jaringan yang akan menyebabkan abses pada payudara sehingga payudara mengeluarkan cairan menyerupai nanah. Infeksi bakteri ini pulalah yang mengakibatkan penderita mastitis mengalami demam.

Berbeda dengan mastitis, benjolan pada kanker payudara disebabkan oleh faktor hormonal dan faktor keturunan. Jadi, penyebabnya bukan karena infeksi bakteri.

Demikian enam perbedaan antara mastitis payudara dengan kanker payudara. Keduanya memang memiliki gejala yang hampir sama. Tapi jika diperhatikan lebih teliti, ada perbedaan mendasar diantara keduanya. Daripada Anda bingung dan khawatir dengan gejala yang muncul, Anda bisa mengkonsultasikannya dengan dokter untuk mendapatkan jawaban yang pasti.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar